Wajib Tahu! Ini Dia 4 Penyakit Ayam Broiler yang Sering Bikin Peternak Pusing

Wajib Tahu! Ini Dia 4 Penyakit Ayam Broiler yang Sering Bikin Peternak Pusing

Halo sobat ku semua! Ketemu lagi nih sama saya Dyan, yang gak pernah bosan ngobrolin soal ayam. Kali ini, kita bakal ngobrolin topik yang agak seriusss tapi bikin penasaran, yaitu penyakit pada ayam broiler atau pedaging yang bikin Peternak pusing 7 keliling. 

Jujur aja, beternak ayam broiler itu memang sangat - sangat  menggiurkan. Perputaran uangnya cepat, dalam sekitar satu bulan sudah bisa panen.

Tapi, dibalik potensi cuan yang besar itu, ada satu musuh besar yang selalu bikin kita geleng-geleng kepala, tidak lain tidak bukan adalah penyakit bro. 

Ayam broiler itu ibarat putra raja, rentan banget. Kalau kandang kita kena wabah, bukan cuma rugi, tapi bisa bikin galau sampe seminggu bahkan sebulan hehe. 

Nah, supaya kalian gak kena "jebakan" yang sama kayak dulu, saya mau berbagi pengalaman dan uraian singkat tentang 4 penyakit ayam broiler yang paling sering nyerang. Simak baik-baik ya!

Sindrom Ascites (Si Buncit yang Mematikan)

Pernah nggak sih kalian nemuin ayam yang perutnya buncit gitu, terasa berat kalau dipegang, dan ayamnya kelihatan lesu banget? Nah, itu biasanya adalah Sindrom Ascites.

Dulu, pertama kali kena kasus ini, saya pikir ayam saya kebanyakan makan. Eh, pas saya bedah, ternyata dalam perutnya penuh cairan bening. Jujur, waktu itu panik banget.

Kenapa bisa kena Ascites? Biasanya sih karena faktor lingkungan. Ventilasi kandang kurang bagus, jadi oksigen menipis.

Karena kekurangan oksigen, jantung ayam dipaksa kerja keras. Lama-kelamaan, jantung lelah dan cairan merembes ke rongga perut.

Terus gimana dong? Jaga sirkulasi udara di kandang. Jangan ngejar kepadatan populasi sampe kelewat batas, Untung si untung karna makin banyak populasi ayamnya tapi kalo seperti itu nanti malah hancur 

Jadi gini ya, Kasih ventilasi yang cukup biar ayam nggak kepanasan dan kehabisan napas. Pencegahan dari awal jauh lebih murah daripada belajar jamu yang mahal.

Penyakit Gumboro (Penyakit Kuning) 

Kalau penyakit yang satu ini, hampir semua peternak pasti kenal. Gumboro itu penyakit yang menyerang sistem kekebalan tubuh ayam.

Yang bikin parah, ayam yang sembuh dari Gumboro biasanya pertumbuhannya bakal terhambat alias jadi kerdil lho. 

Bahkan, pernah kejadian di kandang tetangga, ayamnya udah gede, eh tiba-tiba mati satu per satu. 

Gejalanya sih gampang dikenali misalnya si seperti : ayam menggigil, jalan goyah, dan di pantat ada kotoran menempel. Kalau sudah begini, kasih obat apa pun rasanya agak telat.

Solusi terbaik? Vaksinasi! Jangan pernah skip jadwal vaksin Gumboro ya. Biarpun ayam kelihatan sehat-sehat aja, vaksin itu ibarat asuransi hidup buat mereka. 

Lebih baik repot sebentar saat vaksin daripada sedih melihat ayam mati berguguran.

Penyakit Tetelo (Newcastle Disease)

Nah, kalau Tetelo ini mah seram. Disebut juga Newcastle Disease (ND). Kalau udah kena ini, ayam bisa mati mendadak tanpa gejala, atau kalau mati agak lama, biasanya kepala ayam muter-muter atau kejang-kejang. Suaranya jadi abnormal, kesemek bengkak, dan keluar lendir dari hidung lho. 

Saya pernah ngalamin ini bertahun-tahun lalu. Waktu itu, dalam semalam bisa puluhan ayam tumbang. 

Rasanya pengen nangis darah. Penyebarannya lewat udara, air minum, atau peralatan kandang yang kotor.

Intinya, kebersihan kandang adalah raja. Disinfektan rumah kandang secara rutin. Kalau ada tamu masuk kandang, minta semprot disinfektan dulu.

Jangan biarkan virus Tetelo mampir ke kandang kita, karena kalau udah masuk, susah banget diusir.

Infectious Bronchitis (IB) atau Ngorok

Ini juga sering banget terjadi, apalagi pas musim hujan. Ayam tiba-tiba batuk, bersin-bersin, dan keluar lendir dari hidung. 

Kalau kita masuk kandang dan dengar suara "krok-krok" atau ngorok, itu tandanya IB.

Penyakit ini menyerang saluran pernapasan. Dampaknya? Ayam jadi males makan, badan kurus, dan pertumbuhan mandek. 

Kalau dibiarkan, bisa komplikasi sama penyakit lain. Pengalaman saya, kasih vitamin dan jamu pernapasan sejak dini itu lebih efektif daripada nunggu parah.

Tips Praktis Mengenal Gejala dan Penanganan Dini

Oke, tadi kan udah bahas 4 penyakit utama. Sekarang, saya mau kasih cara penanganan nya gimana caranya kita "membaca" kondisi ayam supaya nggak keburu telat diselamatkan. Bagian ini penting banget, jadi tolong dicatat ya!

1. Rajin Ngintip di Pagi Hari

Waktu paling pas buat ngecek kesehatan ayam itu pas subuh atau pagi-pagi sekali. Kenapa? Karena ayam yang sehat pasti rebutan makan dan aktif banget. 

Kalau ada ayam yang diam di pojokan, bulu merengkung, atau nggak mau makan, itu tanda bahaya. Jangan tunda, pisahkan segera ayam tersebut.

2. Perhatikan Kotorannya

Ini kedengarannya jorok ya, tapi wajib dilakukan. Kotoran ayam adalah indikator kesehatan nomor satu. Kalau kotorannya berwarna hijau, coklat encer, atau ada darah, itu tandanya ada masalah di pencernaan.

Bisa jadi koksidiosis ( ini adalah penyakit ayam selain diatas, namun tidak saya cantumkan di artikel ini karna keterbatasan waktu hehe) atau infeksi bakteri

Biasanya, saya langsung kasih jamu cacing atau antibiotik sesuai anjuran teknisi kalau udah nemu kotoran kayak gini.

3. Suara Nafas Tidak Normal

Tutup pintu kandang sebentar, lalu dengarkan. Kalau ada suara "krok-krok" atau nafas bengekan, itu pertanda gangguan pernapasan (CRD atau IB). 

Sering terjadi kalau musim hujan tiba. Angin masuk kandang terlalu kencang bisa jadi pemicunya. Segera kasih vitamin dan obat pernapasan, serta perbaiki tirai kandang.

4. Jangan Asal Campur Obat

Nah, ini kesalahan yang sering dilakukan pemula. Kalau ada ayam sakit, jangan langsung bombardir dengan segala macam obat. "Pusing dicampur semua," itu kalimat yang sering saya dengar. 

Tapi nyatanya, ayam malah makin stress. Identifikasi dulu penyakitnya, baru kasih obat yang tepat. Kalau bingung, konsultasi sama Dinas Peternakan atau toko obat ternak langganan.

5. Biosekuriti itu Segalanya

Terakhir, ini pengalaman pahit saya. Dulu suka sembarangan keluar masuk kandang pakai sepatu yang sama saat beli rumput ataupun ke kandang tetangga. Hasilnya? Virus dari luar gampang banget masuk.

Sekarang, saya selalu sediakan plastik sepatu atau sandal khusus di dalam kandang. Pisahkan peralatan untuk ayam sakit dan ayam sehat. 

Kelihatannya ribet, tapi percaya deh, ini nyelamatkan banyak nyawa ayam.

Kesimpulannya :

Nah, itu dia ulasan tentang penyakit ayam broiler yang sering terjadi. Beternak itu memang butuh kesabaran dan ketelitian. 

Tidak ada cara instan untuk sukses di dunia peternakan. Penyakit itu datangnya nggak pandang bulu, tapi bisa kita cegah kalau kita jeli dan rajin merawat.

Ingat, pencegahan jauh lebih murah dibanding pengobatan. Jangan tunggu ayam mati baru nyesel. 

Rawat dengan baik, jaga kebersihan kandang, dan jangan lupa vaksinasi. Semoga artikel ini bisa jadi penyemangat buat kalian para peternak. 

Selamat beternak dan semoga panen sukses, cuan melimpah! Salam saya Dyanchord.com
✦ ✦ ✦ ✦ ✦ ✦ ✦ ✦ ✦ ✦ ✦ ✦ ✦ ✦ ✦

Kategori : Ayam Broiler Penyakit Peternakan